Kamis, 16 April 2009

Contoh Soal II

VEKTOR DAN SKALAR

Hitung besar vektor resultan dari dua vektor A dan B yang tegak lurus yang masing-masing memiliki besar 6 satuan dan 8 satuan.

Jawab :


R = √A2 + B2
= √62 + 82
= √36 + 64
= √100
= 10 satuan





2. Dua Vektor memiliki titik pangkal berimpit. Nilai masing-masing vektor adalah 3 satuan dan 4 satuan. Hitung nilai dan arah resultan kedua vektor itu jika sudut apitnya 90˚












Jawab

R = √ V12 + V22 + 2.V1.V2 cosα
= √ (3)2 + (4)2 + 2(3)(4)cos90˚
= √25 satuan
= 5 satuan

Arah resultan R terhadap V 1 ditentukan dengan persamaan :

R = V2
Sinα sinβ
Sinβ = V2 = Sinα
R
= 4 sin 90˚ β= 53˚
5
Jadi nilai vektor 5 satuan dengan arah 53˚ terhadap V1

BESARAN POKOK

Apa yang dimaksud dengan Titik tetap atas ?

Jawaban
Suhu air yang sedang mendidih pada temperatur 100˚C dengan tekanan udara
Luar sebesar 1 atmosfer atau 76 cmHg.


GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

1. Perjalanan Abimayu dari Tanjung Anom ke kota Sawo Jajar digambarkan grafik dibawah dengan perpindahan dalam km dan waktu dalam menit. Berapa besar kecepatan rata-rata perjalanan Abimayu??






Penyelesaian :
Diketahui So = 0 to = 0
S1 = 40 km t1 = 40 menit
S2 = 80 km t2 = 60 menit

Ditanyakan: Kecepatan rata-rata Vrata-rata

Jawab:
Kecepatan rata-rata

V rata-rata = ∆s/∆t = S2-S0/ t2-t0

= 80 km/ 60 menit = 80 x 103 m /60(60) s = 22,22 m/s

3. Apa yang dimaksud dengan gerak lurus Beraturan (GLB) ?

Jawab:
Gerak suatu benda pada garis lurus degan kecepata tetap. Dan benda yang bergerak
Setiap saat memiliki kecepatan yang dinamakan kecepatan sesaat.


GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB)

Sebuah mobil bergerak dipercepat dari keadaan diam. Jika percepatan mobil sama dengan 10 m/s2, hitunglah posisi dan kelajuan mobil setelah 3 sekon.
Dik : a = 10 m/s2
t = 3 sekon
Dit : s dan v…?
Jawab : s = vot + ½ at2
Karena Vo = 0, maka
S = ½ at2
= ½.10.(3)2
= 45 meter

V = Vo + at
= 0 + 10 m/s2. 3
= 30 m/s










Selasa, 07 April 2009

Contoh Soal Gaya berpotongan

Soal


∑ Fx = 0 ; dengan T2 cos 5° - T1 cos 10° = 0 …….(1)
∑ Fy = 0 ; dengan T2 sin 5° + T1 sin 10°- 90 N = 0 .........(2)

(1) 0,99 T2 – 0,98 T1 = 0
(2)0,08 T2 + 0,17 T1 – 90 = 0

Dari pers (1) diperoleh :
0,99 T2 – 0,98T1 = 0
0,99T2 = 0,98T1
T2 = 0,98 / 0,99 T1
T2 = 0,989 T1 (dibulatkan menjadi 0,90)

Masukkan ke pers (2), di peroleh :
0,08 T2 + 0,17 T1 – 90 = 0
0,08 (0,99 T1) + 0,17 T1 – 90 = 0
0,08 T1 + 0,17 T1 – 90 = 0
0,25 T1 = 90
T1 = 90 / 0,25
T1 = 360 N

T2 = 0.90 T1
= 0,90.360 N
= 324 N
=================================
Natasha Eindasari
Devi Mawarni
Jhonatan
Dimas WS
Abd. Hakim

Minggu, 29 Maret 2009

Mekanika Fisik@

Mekanika klasik adalah bagian dari ilmu fisika mengenai gaya yang bekerja pada benda. Sering dinamakan "mekanika Newton" dari Newton dan hukum gerak Newton. Mekanika klasik dibagi menjadi sub bagian lagi, yaitu statika (mempelajari benda diam), kinematika (mempelajari benda bergerak), dan dinamika (mempelajari benda yang terpengaruh gaya). Lihat juga mekanika.

Mekanika klasik menghasilkan hasil yang sangat akurat dalam kehidupan sehari-hari. Dia diikuti oleh relativitas khusus untuk sistem yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, mendekati kecepatan cahaya, mekanika kuantum untuk sistem yang sangat kecil, dan medan teori kuantum untuk sistem yang memiliki kedua sifat di atas. Namun, mekanika klasik masih sangat berguna, karena ia lebih sederhana dan mudah diterapkan dari teori lainnya, dan dia juga memiliki perkiraan yang valid dan luas terapannya. Mekanika klasik dapat digunakan untuk menjelaskan gerakan benda sebesar manusia (seperti gasing dan bisbol), juga benda-benda astronomi (seperti planet dan galaksi, dan beberapa benda mikroskopis (seperti molekul organik).

Mekanika klasik menggambarkan dinamika partikel atau sistem partikel. Dinamika partikel demikian, ditunjukkan oleh hukum-hukum Newton tentang gerak, terutama oleh hukum kedua Newton. Hukum ini menyatakan, "Sebuah benda yang memperoleh pengaruh gaya atau interaksi akan bergerak sedemikian rupa sehingga laju perubahan waktu dari momentum sama dengan gaya tersebut".

Hukum-hukum gerak Newton baru memiliki arti fisis, jika hukum-hukum tersebut diacukan terhadap suatu kerangka acuan tertentu, yakni kerangka acuan inersia (suatu kerangka acuan yang bergerak serba sama - tak mengalami percepatan). Prinsip Relativitas Newtonian menyatakan, "Jika hukum-hukum Newton berlaku dalam suatu kerangka acuan maka hukum-hukum tersebut juga berlaku dalam kerangka acuan lain yang bergerak serba sama relatif terhadap kerangka acuan pertama".

Konsep partikel bebas diperkenalkan ketika suatu partikel bebas dari pengaruh gaya atau interaksi dari luar sistem fisis yang ditinjau (idealisasi fakta fisis yang sebenarnya). Gerak partikel terhadap suatu kerangka acuan inersia tak gayut (independen) posisi titik asal sistem koordinat dan tak gayut arah gerak sistem koordinat tersebut dalam ruang. Dikatakan, dalam kerangka acuan inersia, ruang bersifat homogen dan isotropik. Jika partikel bebas bergerak dengan kecepatan konstan dalam suatu sistem koordinat selama interval waktu tertentu tidak mengalami perubahan kecepatan, konsekuensinya adalah waktu bersifat homogen.

Dimas/08210007
Teknik Informatika

Rabu, 25 Maret 2009

Mekanika

Mekanika, cabang ilmu fisika yang tertua, adalah ilmu yang mempelajari gerak benda-benda. Perhitungan lintasan base-ball atau kapsul ruang angkasa yang dikirim dari bumi ke mars termasuk ke dalam jangkauan bidang ini ; demikian juga analisis jejak yang terbentuk dalam kamar gelembung (bubble chambers) yang menyatakan tumbukan, peluruhan, dan interaksi partikel-elementer. Jika membahas gerak maka kita berhadapan dengan bagian dari mekanika yang disebut kinematika. Jika gerak ini kita hubungkan dengan gaya-gaya yang berkaitan dengannya dan dengan sifat-sifat benda yang bergerak itu, maka kita berhadapan dengan dinamika. Cabang ilmu mekanika yang mencakup pelajaran tentang gerak serta gaya yang menyebabkan gerak itu, disebut ilmu dinamika. Dalam artinya yang luas, ilmu dinamika mencakup hampir seluruh ilmu mekanika. Ilmu statika hanya menyangkut hal-hal khusus bila percepatan sama dengan nol, dan ilmu kinematika hanya terbatas mengenai gerak saja.

Mekanika adalah cabang fisika dan keteknikan yang membentangkan hubungan erat antara gaya, materi, dan gerakan. Dalam mekanika, istilah gaya itu bersangkutan dengan apa yang dikenal dalam bahasa sehari-hari sebagai desakan atau tarikan. Kita dapat mengerjakan gaya pada suatu benda dengan usaha otot-otot; per yang teregang mengerjakan gaya pada benda-benda yang dilekatkan pada ujungnya; udara termampat mengerjakan gaya pada dindinhg bejananya , lokomotif mengerjakan gaya pada gerbong-gerbong yang ditariknya. Pada semua contoh-contoh ini benda yang mengerjakan gaya yang berhubungan langsung dengan benda yang menderita gaya. Maka gaya semacam ini disebut gaya hubung. Terdapat pula gaya yang bekerja melalui ruang hampa (kosong) tanpa hubungan, dan gaya ini disebut gaya kerja dengan jarak antara. Gaya tarik gravitasi dikerjakan oleh bumi pada sebuah benda itulah yang terpenting. Gaya ini terkenal sebagai berat benda. Gaya kelistrikan dan kemagnetan itu pun gaya kerja dengan jarak antara.

Semua gaya termasuk ke salah satu dari kedua golongan diatas. Hal ini kelak akan ternyata gunanya pada waktu menentukan gaya-gaya manakah yang bekerja pada sebuah benda tertentu. Cukuplah memperhatikan benda-benda lain yang berhubungan dengan benda yang dipersoalkan. Gaya yang bekerja pada benda yang disoalkan hanyalah gaya dari benda-benda lain yang berhubungan dengan benda tersebut, bersama-sama dengan gaya gravitasi atau berat benda itu. Gaya-gaya yang bekerja pada sebuah benda tertentu yang disebabkan oleh benda-benda lain disebut gaya luar. Gaya yang dikerjakan pada bagian benda oleh bagian lain dari benda itu sendiri disebut gaya dakhil (internal).
Dasar ilmu mekanika adalah tiga hukum alam, yang untuk pertama kalinya dijelaskan oleh Sir Isaac Newton (1645-1727) dan pada tahun 1686 dicantumkan di dalam bukunya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (“The Mathematical Principles of Natural Science”). Akan tetapi janganlah mengambil kesimpulan bahwa pengetahuan tentang mekanika itu baru dimulai pada zaman Newton. Dalam pengetahuan ini banyak orang telah mendahului beliau; barangkali yang terkemuka ialah Galileo Galilei yang dengan penyelidikannya tentang gerakan dengan percepatan banyak memberikan dasar pada perumusan Newton tentang ketiga hukumnya.


Devi Mawarti (08211014)
Teknik Informatika